:

Said Abdullah Gandeng Guru Ngaji Sumenep Perkuat Wawasan Kebangsaan lewat Sosialisasi Empat Pilar

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP  I MaduraNetwork.id – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura, MH Said Abdullah, melibatkan para guru ngaji dalam upaya memperkokoh pemahaman kebangsaan di tengah masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di De Baghraf Hotel, Selasa (23/6/2026).

 

Kegiatan yang digelar di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja itu diawali dengan istighasah sebagai doa bersama untuk keselamatan bangsa. Acara tersebut diikuti para guru ngaji dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.

 

Dalam kegiatan itu hadir sejumlah narasumber, yakni Amir Syarifuddin dan Slamet Wahedi. Turut mendampingi jalannya sosialisasi dua tenaga ahli MH Said Abdullah, yakni Moh Fauzi dan Slamet Hidayat.

 

Pada sesi pemaparan, Amir Syarifuddin mengulas berbagai tantangan yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia. Tantangan tersebut meliputi menurunnya penghayatan terhadap nilai-nilai agama, munculnya fanatisme sempit, persoalan penegakan hukum, hingga pengaruh globalisasi yang semakin kuat terhadap kehidupan sosial masyarakat.

 

Menurut Amir, pemahaman agama yang komprehensif menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa. Ia menegaskan bahwa memahami ajaran agama tidak cukup hanya berdasarkan teks, tetapi juga harus disertai pemahaman terhadap konteks yang melatarbelakanginya.

 

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dinilai akan lebih mampu menghindari sikap-sikap yang berpotensi memecah persatuan. Ia juga menekankan bahwa guru ngaji memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi, toleransi, dan semangat kebangsaan kepada masyarakat melalui aktivitas keagamaan yang dilakukan di tingkat akar rumput.

 

Amir juga mengingatkan pentingnya membangun cara pandang yang utuh dalam menyikapi berbagai persoalan. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh oleh informasi yang hanya menampilkan sebagian fakta atau memunculkan prasangka tanpa dasar yang kuat.

 

Sementara itu, Slamet Wahedi menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai konsep teoritis, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari warga negara. Ia menilai kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari hak demokratis masyarakat, namun perbedaan pandangan tidak boleh berkembang menjadi permusuhan.

 

Menurutnya, semangat kebangsaan harus mampu menjadi perekat seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun pilihan politik. Perbedaan sikap dan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa harus tetap dijaga.

 

Selain itu, Slamet menekankan bahwa demokrasi yang sehat harus didukung oleh pendidikan masyarakat yang baik serta komitmen bersama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan pada akhirnya harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para guru ngaji diharapkan dapat menjadi agen penyebar nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan masing-masing. (rba)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *